//
you're reading...
my poem

Senja Itu

pelan rinai hujan kunikmati
kala senja beranjak tinggalkan hari
akhirnya titik-titik air ini pergi
tingkalkan sekumpulan awan yang lelah berbagi

tempiasnya sibuk ingatkanku
dia yang singgah selewat dulu
seakan tak ingin dimadu waktu
aku sibuk mengenangmu

aku rindu sekali
ucap bibir akhirnya
lega melawan kelunya sendiri
bahagia ungkapkan rahasia

aku juga rindu sahutmu di ujung sana
dan kita pun helakan udara
yang sedari tadi tertahan di dada
lega merambah sekujur rasa

Bandung, 20 April 2010

Advertisements

About drliebig

Dokter yang suka makan dan bahagia melihat makanan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: