my poem


engkau menjelma menjadi cahaya
dalam hati hamba hamba
dengan serumpun cinta
pada pendar-pendar malam
yang hampir punah

engkau tabur ranum sujud
pada untai doa-doa muhammad
yang tidak pernah jemu-jemu merindu
sedang muhammad sungguh tahu
dialah kekasihmu

betapa malu aku pada cahaya
puas kutiduri malam berselimutkan kabut
kusisakan wajah-wajah kusut
di penghujung malam yang rumput-rumput
tak pernah lupa sujud

lelaki pertamaku
adalah seseorang yang memberiku
berjuta rasa
: cinta

seorang lelaki perkasa
gagah menuntun sepeda
menapaki bebukitan berbatu
demi sembuh kedua paruku

seorang lelaki romantis
sedu menangis
saat kehilangan sisa rupiah
menanti demamku reda dalam resah

seorang lelaki kaya
yang tidak pernah ingin menyuapiku
dengan iuran siswa
meski tetap ia gunakan menyulut sebatang rokok

seorang lelaki hipertensi
hebat menghujani dengan kata sakti
perbendaharaan yang menciutkan nyali
ketika panik menyaksikanku tumbuh jadi kuli
berbaur antara kuyup hujan dan terik mentari
antara percaya dan putus asa tak terperi
mampu menjadikanku wanita sejati

seorang lelaki ketakutan
saat kukatakan
aku diterima di fakultas kedokteran
karena khawatir aku terjatuh
menyadari betapa rapuh
rumah yang kita tempati bertahun-tahun
dalam cumbu kemiskinan yang merumbu

lelaki pertamaku
belum sempat menyaksikan putrinya
menjadi seorang wanita
yang kan menyinari setiap jiwa
selalu siap mengabdikan dirinya
untuk kekasih sang lelaki

lelaki pertamaku
telah pergi selamanya
karena kepapaan menghantarnya
pada penyakit yang tak mampu ia obati sempurna
menuju akhir perjalanan raga

Solo, sesaat setelah jadi dokter, awal 2005
Selalu ingin mengenang ayah

Kita harus tabah, maka jangan menyerah!
Inilah kehidupan yang dihamparkan bagi kita

Kadang menanjak naik,
Kadang turuni bukit

Kita lalui harum ketinggian pinus-pinus di puncak,
Menenangkan!

Sesekali kita rasakan lembab tanah di lembah-lembah yang dalam,
Menghenyakkan!

Ada tawa, bahkan tangis,
Musim yang datang silih berganti.

Merenda asa demi asa,
Dan semuanya milik kita.

Tak boleh ada bagian yang terlewatkan,
Tak perlu ada penyesalan.

Semuanya sedang berjalan seperti keinginan kita semula,
Hanya ada beberapa bagian yang perlu kita perbaiki.

Semuanya akan baik-baik saja,
Maka kita harus tabah, dan jangan menyerah!