//
you're reading...
my poem

Senja Itu

pelan rinai hujan kunikmati
saat senja beranjak tinggalkan hari
titik-titik air leluasa tinggali
sekumpulan awan yang lelah berbagi
laksana alunan nyanyi hati sunyi
dalam janji tersembunyi

tempiasnya sibuk ingatkanku
akan hadirnya yang selewat
seakan tak ingin tergilas waktu
musnah dalam helai mimpi yang tertamat
oleh kokok jantan berderu
di pagi hari baru

aku rindu sekali…!
ucap bibir akhirnya
lega melawan kelunya sendiri
bahagia ungkapkan rahasia
seketika kesunyian lenyap berdiri
menari-nari dalam riang rentak salsa

aku juga rindu sahutmu di ujung sana
dan kita pun helakan udara
yang sedari tadi tertahan di ruang alveoli
lega merambah sekujur rasa
dalam nuansa tak dapat direka kata
namun, itu dapat kita maknai cinta

Bandung, 20 April 2010

Advertisement

About drliebig

Dokter yang suka makan dan bahagia melihat makanan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.