Kepada pagi kutitipkan sebait puisi
Tentang sepotong hati resah menanti
Kehadiran yang baginya begitu berarti
Pengobat luka kala jalan serasa terkunci
Kepada malam kutitipkan sebaris mimpi
Agar ia sampaikan rindu yang sebati
Mungkin hanya itu yang termiliki kini
Jiwa yang rasa enggan berpaling lagi
Kepada angin kutitipkan wangi melati
Sebagai penanda cinta sejati
Rasa yang sesungguhnya tak teringkari
Memenjara hati dalam hari
Kekasih, terbanglah rendah hari ini
Lihat dirinya sekali lagi
Biar kau sepenuhnya mengerti
Di sini, lengannya terlalu letih mendekap diri
Bandung, 2008
aku datang……
Kekasih, terbanglah rendah hari ini
Lihat dirinya (setiap hari)
Biar kau sepenuhnya mengerti
Di sini, lengannya terlalu letih mendekap diri (sendiri)
mantap kang
Posted by attayaya | May 11, 2010, 11:38 ammakasih dah datang berkunjung di gubug reyot ini.. *__*
Posted by drliebig | May 18, 2010, 11:28 pmsuka banget^^
larik a-a-a-a membuat ciri khas tersendiri pada puisi ini
Posted by chikarei | December 29, 2010, 9:13 am