Aku punya hobi baru, yaitu menonton film-film korea. Belakang-belakang ini aku berusaha mengumpulkan koleksi film-film korea temen-temen kosku yang dulu najis kutonton. *sombong banget ya aku?* Dulu, nonton film korea haram hukumnya. Cuih! Mereka dulu sibuk meracuniku dengan segala pernak-pernik korea, “Mba, aktor-aktornya kan lucu ngegemesin gitu tuh mba…”, rayu mereka gencar, yang selalu kutolak setengah mateng. *kasihan kan mereka kalo kutolak mentah-mentah.* Pura-pura positioning mapan bersama mereka menonton, yang diikuti aksi ketiduran. Hihihi. “Yang ini lucu deh jalan ceritanya, mba ga rugi deh kalo menontonnya.” Yang kujawab dengan senyum, “Ga deh dek, mba masih harus ngerjain kerjaan lain.” *Gila aja aku disuruh nonton film ga penting, selucu-lucunya film korea mah pastilah ada adegan yang menguras air mata, males banget!*
Coba kalian inget-inget modus operandi film korea? Coba bayangin! Pernah juga kan sesekali nonton? Kayak aku ini, baik dengan motif dipaksain temen-temen, ato sedang tayang di tipi swasta, ato coba-coba ngintip nonton, ato malah diracuni dengan aksesoris korea, gaya baju, gaya rambut, lagu korea, buku, kotak pinsil, dan lain-lain. Pokoknya, menurutku korea movies adalah it’s about tear! *fuihhh cemen ahhhh!! Rata-rata film korea nyeritain pasangan yang saling mencintai dengan penuh lika-liku, ada yang ga direstui gara-gara status (refer ke Hwang Jin I yang tayang di Indosiar beberapa waktu lalu) akhirnya terpisahkan karena maut yang didahului sakit. Tahukan sakitnya apa? Kanker darah, leukemia! *Dari jaman dulu sampe sekarang leukemia ngetop kali di Korea, perlu diteliti tuh. Hehehe.* Ada yang terpisah karena mereka bersaudara, kayak yang di Endless Love, namun setelah mereka saling tahu ternyata mereka tidak bersaudara, bayi ketuker ceritanya, dan jadi halal mencintai, trus lalu jadi terpisah karena orang tua dan saudara kandung yang tidak baik yang menyulitkan cinta, tetep aja berujung pada kematian. Karena leukemia pasti! Ugh, klise! Coba aja perhatiin sendiri drama korea, gitu deh pokoknya…Nangis, nangis, nangis…Huhuhu…
But now, aku banyak menonton film korea, tiada waktu tanpa film korea! Sekarang aku selalu buru-buru pulang, hanya untuk menonton aksinya Ye Jin Son, In Seong Jo, Kim Jae Won, Ha Ji Won, Song Hye Kyo, Yoo Ji Tae, dan sederet aktor dan aktris yang beradu akting menguras air mata pemirsa. Bahkan aku mulai hafal beberapa kata dalam bahasa korea, misal, ”Oppa…!!” (kakak cowok, red), Anyi (Kakak cewek), Kang ja (gila) ”Anyong haseo?” (Apa kabar, red). Hehehe. Lagu-lagu dan instrumen korea mulai menghiasi list winamp-ku yang berasal dari soundtrack film. Pokoknya sekarang aku jadi fanatik dan maniak film korea! *Kena karma kali! Hehehe.* Film korea sekarang adalah film pentingku! Alasannya adalah karena aku membutuhkan mengeluarkan air mata. Kurasa dan terbukti film korea dapat membantuku, menemaniku menangis bersama. *Kata pak guru PMP (Pendidikan Moral Pancasila, red) waktu SD dulu, kita ini kan makhluk sosial, tak bisa hidup sendiri, jadi aku pun butuh teman untuk menangis bersamaku. Hihihi.*
Akhir-akhir ini, segala masalah singgah dihidupku, ketika penat mendera jiwa, ketika aku merasa tak seorang pun mengerti, ketika aku merasa sangat kesepian, ketika aku tak mampu meminta seseorang datang untuk menemaniku, sedih menyaksikan semua yang tak mampu kugapai, ketika tangisan menjadi lagu sunyi di dasar hatiku, aku merasa aku telah sakit. Aku perlu menangis, menangisi apapun yang terjadi. Ketika aku tak dapat bercerita mengapa aku menangis, tanpa perlu menjelaskan apa-apa, akan dengan mudah kukatakan, ”Film koreanya sedih banget, aku jadi ikutan sedih…”
Bandung, 6 Agustus 2008