Suatu masa ketika aku sedang sangat membutuhkan dana untuk kelancaran studiku, aku berusaha mencari pinjaman ke mana-mana. Aku mengetik pesan pendek kepada sahabat-sahabatku, aku menelpon beberapa kerabat berharap mereka dapat meminjamkan uang kepadaku saat itu. Salah satu sahabat yang kutuju adalah Lisa.
Aku ingin menceritakan tentang Lisa ini karena dia sangat membuatku terkesan. Malam hari itu aku mengetik short message kepada Lisa untuk meminjam dana sekitar 1 juta rupiah darinya dan Lisa langsung membalas sms-ku yang menanyakan berapa nomor rekeningku. Aku pun menjawabnya segera karena sedang membutuhkan dana itu segera.
Keesokan paginya sekitar jam 8-an aku mendapat sms darinya, begini bunyinya (Mbah adalah panggilan akrab temen-temen kuliahku dulu, red) :
”Mbahku sayang, aku sudah kirimkan uang yang mbah butuhkan pagi ini. Inilah yang bisa kubantu pada mbah saat ini karena segitu lah sisa tabunganku, semoga dapat membantumu, mbah”
Mataku berkaca-kaca membaca sms darinya. Aku menatap layar ponselku berkali-kali sambil membayangkan keadaan dirinya yang sedang bertugas sebagai dokter PTT nun jauh di pedalaman Kalimantan dengan sisa uang yang segitu-gitunya, namun masih dipinjamkannya untukku. Aku tahu persis seperti apa nasib para dokter yang sedang PTT karena aku pernah menjalani tugas pengabdian sebagai dokter PTT itu. PTT adalah Pegawai Tidak Tetap, seperti singkatannya, semuanya tidak tetap terutama menyangkut duit. Tangisku luruh seketika. Mengapa tadi malam dia tidak mengatakan bahwa dia tidak punya uang lebih untuk dipinjamkannya padaku sehingga aku dapat mencari kandidat lain? Mengapa dia langsung mengulurkan tangannya padaku? Ah, Lisa! Kita hampir tidak pernah bertemu sejak 4 tahun yang lalu, kita hanya berhubungan via sms. Namun ternyata engkau tetap ada di saat-saat sulitku, tidak berubah. Aku terharu. Aku belajar hari ini padamu, tentang persahabatan, ketulusan dan kepercayaan, juga pengorbanan. Namun, apa yang harus kuperbuat dengan uang ini? Aku bingung dan merasa bersalah dengan keadaan ini. Lalu, bayangan keadaanku yang membutuhkan dana itu menggerakkan aku menarik tunai transfer dari Lisa dan menggunakan sesuai kebutuhanku seperti isi pesan pendeknya padaku, seperti kepercayaannya padaku. Aku tidak akan mengecewakanmu, Lisa. Aku akan menggunakannya, pasti! Dan akhirnya aku membalas pesan pendeknya itu dengan:
”Terima kasih Lisa, sahabatku, atas kepercayaan ini, semoga aku dapat segera mengembalikannya dan semoga aku dapat segera keluar dari permasalahanku..“
Bandung, Juni 2008
Juli 11, 2008 at 3:41 am
Kocak juga ya dapet gelar mbah…
Tapi pantes koq. Tuturan blognya rada ‘dalem’.
Kuliahnya ga salah jurusan kan Ly?
Gimana klo kumpulan puisinya dipublish ke media komersil?
Minimal monornya kan bisa buat traktir kita-kita :cheer:
Juli 23, 2008 at 1:58 pm
ya begitu lah nasib ku mas ori…;)
Juli 28, 2008 at 6:13 am
that what friend are for neng….
.. so tetep semangat ya neng…semangaaaaaad
Agustus 2, 2008 at 12:19 pm
mbak lily,
i just got my self speechless, so ashamed that i could not do something to ease you, i cant even have my time just to listen to you again.
you are strong, i know you can make it
you are the most eligible friend that someone could get. for sure
i
Agustus 5, 2008 at 2:59 am
sebelum diposting ke blog ini, lilay tanya gimana pendapatku tentang tulisan ini? maksudnya kata-katanya bagus ga? ada yang salah ga? editin maksudnya…*halah
tapi ketika baca tulisan ini bukannya fokus ke kata2, malah ketika baca jadi terharu bhanget, rasanya pingin nangis, ingat lisa, teman lilay waktu kul di kedokteran dulu, (aku ga terlalu tau tentang lisa, tapi pernah ketemu, kenal & lilay sering cerita tentang dia, lisa:anak FK UNS’98,bbrp cerpenny pernah masuk di majalah populer). Yang membuatku terharu lisa ini selain beda ras, suku jg beda agama dengan kami(me&lilay), tapi ternyata hal itu tidak menyurutkan persahabatannya dengan lilay yang terus terjalin sampai saat ini.
Agustus 5, 2008 at 3:14 am
yukkk…!!!thank to my bro has visited my blog and leave me some comment…and any time i’ll write about you! check it out! be careful! berbaik-baiklah padaku agar tulisanku baik-baik aja tentangmu! hahaha…
Agustus 5, 2008 at 3:19 am
enura…you are the perfect soulmate that i have before, now and ever (will be????) . sayangnya kawww ber-JK (jenis Kelamin, red) sama denganku.Kalo kita beda jenis kelamin alangkah indahnya menikah denganmu untuk kemudian diselingkuhin!!!!Hahahaha…you are so spesial too…but…keep be a korean girl…!!kuat dan lembut! lembut! dan lembut!
Agustus 5, 2008 at 3:59 am
hwuahaha….dasar sableng…dodol…
sebagai sahabatmu, InsyaAllah, akan selalu ada disaat lilay sedih maupun senang…
I’ll alwayz beside you and…….u (titik2nya diisi sendiri dengan kata2 di novel yang kita baca kemarin hahahaha….kacau…bcd…)