lelaki pertamaku
adalah seseorang yang memberiku
berjuta rasa
: cinta
seorang lelaki perkasa
gagah menuntun sepeda
menapaki bebukitan berbatu
demi sembuh kedua paruku
seorang lelaki romantis
sedu menangis
saat kehilangan sisa rupiah
menanti demamku reda dalam resah
seorang lelaki kaya
yang tidak pernah ingin menyuapiku
dengan iuran siswa
meski tetap ia gunakan menyulut sebatang rokok
seorang lelaki hipertensi
hebat menghujani dengan kata sakti
perbendaharaan yang menciutkan nyali
ketika panik menyaksikanku tumbuh jadi kuli
berbaur antara kuyup hujan dan terik mentari
antara percaya dan putus asa tak terperi
mampu menjadikanku wanita sejati
seorang lelaki ketakutan
saat kukatakan
aku diterima di fakultas kedokteran
karena khawatir aku terjatuh
menyadari betapa rapuh
rumah yang kita tempati bertahun-tahun
dalam cumbu kemiskinan yang merumbu
lelaki pertamaku
belum sempat menyaksikan putrinya
menjadi seorang wanita
yang kan menyinari setiap jiwa
selalu siap mengabdikan dirinya
untuk kekasih sang lelaki
lelaki pertamaku
telah pergi selamanya
karena kepapaan menghantarnya
pada penyakit yang tak mampu ia obati sempurna
menuju akhir perjalanan raga
…
Solo, sesaat setelah jadi dokter, awal 2005
Selalu ingin mengenang ayah